Kiat Makan Sehat Pasien Cuci Darah

Triyani Kresnawan, DCN, MKes, RD

Pasien dengan penyakit ginjal kronik stadium 5 pada akhirnya perlu terapi pengganti
ginjal, salah satunya adalah Hemodialisis (HD). 
Banyak aspek hidup yang harus disesuaikan, salah satunya adalah kebutuhan mengatur
makan dan minum akibat penurunan fungsi ginjal dengan terapi pengganti HD.  Pada pasien dengan PGK dengan HD, pola makan, jumlah, jadwal, jenis makanan harus disesuaikan dengan kondisi pasien. Zat gizi yang perlu diperhatikan selain energi dan protein adalah garam/natrium, kalium, kalsium dan fosfor serta air. Berikut adalah gambaran umum kiat pola makan sehat pada pasien HD.

pixabay.com

Protein

Pasien yang menjalani HD mengalami risiko kekurangan protein. Oleh karena itu, berbeda dengan pasien PGK yang tidak menjalani HD, pasien yang menjalani HD membutuhkan asupan protein yang lebih tinggi. Kebutuhan proteinnya meningkat dari kebutuhan orang normal 0.8-1 gram menjadi 1.2 gram untuk tiap kilogram berat badan setiap harinya. Jenis protein yang dikonsumsi pun harus merupakan protein dengan kualitas baik, sehingga dapat diserap dengan efisien oleh tubuh dan meminimalisasi zat sisa. Protein yang dianjurkan adalah yang berasal dari daging ayam, daging sapi, telur, ikan, udang, cumi, dan protein hewani lainnya. Protein hewani mengandung sembilan asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh (asam amino esensial), sehingga disebut sebagai protein dengan nilai biologis tinggi (high biological value). Meskipun begitu, perlu diperhatikan kandungan kolesterol dan lemak pada sumber protein yang dikonsumsi. Daging olahan seperti sosis dan daging kemasan perlu dihindari, karena seringkali mengandung natrium yang tinggi yang berasal dari zat pengawet.

pixabay.com

Cairan & Garam

Pasien yang menjalani HD secara rutin pada umumnya tidak mampu memproduksi urin yang memadai, sehingga terdapat penumpukan cairan dalam tubuh. Perlu dilakukan pengendalian asupan cairan yang ketat pada pasien HD. Kebutuhan cairan pasien HD biasanya lebih rendah, yang dapat dihitung sebagai banyaknya air kencing yang keluar dalam 24 jam ditambah air yang keluar melalui keringat dan pernafasan berkisar 500-750 cc tiap harinya. Perlu diingat juga bahwa kuah makanan juga termasuk cairan yang harus diperhitungkan, sehingga pasien HD disarankan untuk menghindari makanan berkuah banyak. Menjaga asupan cairan merupakan tantangan tersendiri bagi pasien HD terutama di Indonesia, mengingat negara kita memiliki iklim tropis yang panas sehingga sering menimbulkan rasa haus. Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah pentingnya menghindari makanan yang tinggi garam, karena dapat menimbulkan rasa haus. Makanan tinggi garam antara lain adalah telur asin, ikan asin, makanan kemasan, makanan beku, dan makanan cepat saji.


Photo by Designecologist from Pexels

Kalium

Ginjal memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan kalium. Kalium memiliki banyak fungsi dalam sel tubuh, salah satunya adalah menjaga kontraktilitas otot, baik otot rangka maupun otot jantung. Terlalu banyak kalium pun dapat menyebabkan gangguan irama jantung (aritmia) dan mengancam jiwa. Perlu dilakukan kontrol asupan kalium untuk menghindarinya. Makanan yang tinggi akan kalium diantara nya adalah pisang, durian, kelapa muda dan airnya, sayur oyong, daun singkong, tomat, rebung, dll.


Photo by rawpixel.com from Pexels

Kalsium dan Fosfor

Pasien HD memiiki keterbatasan dalam menjaga keseimbangan kalsium sehingga kadar kalsium darah pasien HD menjadi rendah. Kadar kalsium yang rendah akan merangsang kelenjar paratiroid melepaskan hormon paratiroid (PTH). Hormon ini menarik kalsium dari tulang untuk menyeimbangkan/meningkatkan kalsium darah. Konsumsi makanan dengan kandungan kalsium pun harus cukup tinggi disesuaikan dengan kondisi pasien. Kadang diperlukan suplemen kalsium untuk mencukupi kebutuhan. Fosfor, zat gizi yang banyak terdapat dalam tubuh, juga sulit untuk dikeluarkan dari tubuh pasien dengan PGK. Tingginya kadar fosfor di jaringan menyebabkan pengapuran pada berbagai jaringan seperti pembuluh darah dan jantung. Pengapuran ini dapat berujung pada penyumbatan pembuluh darah, gangguan konduksi listrik jantung, dan gangguan katup jantung. Membatasi makanan tinggi fosfor seperti susu dan berbagai produk olahan susu, kacang-kacangan, gandum, dan sebagainya, sangat penting bagi pasien HD. Pasien juga dapat mengkonsumsi obat pengikat fosfor untuk mengurangi kadar fosfor berlebih dalam tubuh.

Dok. Pernefri

Hemodialisis seringkali diidentikkan dengan hidup yang tidak berkualitas. Padahal, pasien HD dapat menjaga kualitas hidupnya dengan melakukan beberapa penyesuaian, salah satunya pola makan. Pengaturan pola makan pasien HD sifatnya sangat personal, karena disesuaikan dengan kondisi pasien. Konsultasi dengan ahli gizi nutrisionis atau dietisien sangat diperlukan untuk memperoleh pola makan ideal demi menjaga kesehatan pasien HD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *