Periksa kesehatan ginjal sebelum hamil: seberapa perlukah?


Berbagai pemeriksaan kesehatan sebelum merencanakan kehamilan seringkali dilupakan oleh para calon pengantin wanita. Padahal, kesehatan calon ibu sangat menentukan kesehatan janin yang dikandungnya. Sudah umum di telinga masyarakat untuk pemeriksaan infeksi TORCH, thalassemia, HIV, dan penyakit kelamin sebelum kehamilan. Pemeriksaan kesehatan ginjal belum terlalu populer di kalangan masyarakat. Seberapa pentingnya pemeriksaan ginjal pra-kehamilan?

Dalam proses kehamilan, ternyata ginjal mengalami berbagai perubahan, baik dari segi bentuk maupun fungsi. Ginjal bertambah besar hingga 30% pada kehamilan. Hal ini disebabkan peningkatan aliran darah, peningkatan hormone progesteron, dan adanya bendungan dari ujung saluran kemih oleh janin. Peningkatan ukuran ini berujung pada peningkatan laju bersihan ginjal, sehingga ginjal mampu membersihkan darah 40-50% lebih tinggi pada saat kehamilan.

Pada kehamilan juga terjadi peningkatan jumlah cairan dalam darah, yang disertai dengan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi). Peningkatan ini menyebabkan penurunan tekanan darah pada wanita hamil hingga 10 mmHg. Hal ini tentunya meningkatkan kinerja ginjal untuk dapat menyaring lebih banyak cairan dalam sehari.


Photo by Bryan Schneider from Pexels

Ginjal juga memproduksi lebih banyak hormon dan vitamin selama kehamilan. Peningkatan tersebut antara lain peningkatan produksi vitamin D yang berguna menjaga kadar kalsium, eritropoietin untuk meningkatkan produksi sel darah merah, dan renin untuk menjaga tekanan darah. Semua peningkatan tersebut bermanfaat menjaga kebutuhan ibu dan janin sepanjang kehamilan.

Akibat adanya gangguan ginjal pada kehamilan

Terhadap janin yang dikandung, perubahan seperti; Asidosis metabolic, hyperkalemia, pengaturan volum cairan tubuh, dehidrasi ataupun overhidrasi, dll. sangat mempengaruhi perkembangan maupun kelangsungan hidup janin.

Photo by Sarah Pflug from Burst

Ginjal yang tidak sehat akan mengalami kesulitan melakukan penyesuaian fungsi selama kehamilan seperti yang sudah disebutkan di atas. Bagi wanita yang berencana hamil, pemeriksaan fungsi ginjal dapat dilakukan melalui deteksi dini adanya hipertensi atau diabetes melalui pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, laboratorium rutin, urin lengkap. Hal ini dikarenakan DM, hipertensi merupakan penyebab utama penyakit ginjal di Indonesia. Selain itu, pemeriksaan urin pagi hari dapat menilai adanya zat-zat yang menandakan petanda kerusakan ginjal seperti protein, darah, dan sebagainya, yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *