Stress dan Hipertensi: Solusi yang Terlupakan

Hingga saat ini, ada tidaknya hubungan antara stress dan hipertensi masih diteliti oleh para ahli. Meskipun demikian, stress berkontribusi untuk faktor risiko dari hipertensi seperti pola makan yang tidak sehat, dan pada beberapa orang konsumsi alkohol yang berlebihan.

Image by TheDigitalArtist on Pixabay

Kondisi stress menyebabkan berbagai hormon untuk diproduksi dalam tubuh, seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini menyebabkan detak jantung lebih cepat, tekanan darah meningkat, gula darah meningkat, dan lain sebagainya. Perubahan-perubahan ini bermanfaat untuk manusia pada zaman purba, di mana stress yang biasanya dialami adalah ancaman maut dari binatang buas maupun bencana alam. Perubahan yang terjadi membantu manusia untuk melawan atau lari dari ancaman tersebut, atau biasa dikenal dengan istilah “fight or flight.” Sementara itu, sumber stress manusia modern seringkali bersifat psikis, seperti tekanan dalam pekerjaan. Tentunya dalam jangka panjang, respon tubuh tersebut dapat merugikan tubuh. Hal ini menyebabkan manajemen stress menjadi penting untuk masyarakat modern. Berikut tips dan trik manajemen stress yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, dikutip dari Harvard Health Publishing dan American Heart Association:

Istirahat Cukup

Kurang tidur dapat menyebabkan gangguan suasana hati (mood) dan kurangnya konsentrasi. Hal ini dapat menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari dan meningkatkan stress.

Image by Wokandapix on Pixabay

Manajemen Waktu

Kemampuan manajemen waktu yang baik menghindarkan kita dari mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Mampu mengukur kemampuan diri dan mengatakan “tidak” juga dapat mengurangi beban pikiran kita. 


Photo by Bich Tran from Pexels

Bersosialisasi

Memiliki hubungan yang baik dengan keluarga dan teman dekat mampu membantu kita tidak merasa sendirian dalam menghadapi masalah.


Photo by rawpixel.com from Pexels

Pelajari teknik relaksasi

Relaksasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti meditasi, yoga, teknik pernapasan, dan sebagainya. Meluangkan waktu 15-20 menit untuk relaksasi setiap harinya dapat memiliki dampak bermakna dalam mengurangi stress.

Image by Pexels on Pixabay

Jangan tunda penyelesaian masalah

Membiarkan masalah berlarut-larut dapat menambah stress; selesaikan masalah sesegera mungkin dan hindari menyimpan dendam. Perlu juga untuk tidak mempersoalkan hal-hal yang ada di luar kuasa kita, dan fokus pada hal-hal yang bisa kita perbaiki dalam hidup.

Cari kegiatan pelepas penat

Luangkan waktu untuk melakukan hal yang dapat menyenangkan hati. Hal ini mungkin terkesan membuang waktu, namun menyempatkan diri untuk bersenang-senang sejenak justru dapat meningkatkan produktivitas sesudahnya.

Image by Nietjuh on Pixabay

Berlatih besyukur

Bersyukur dalam setiap situasi dan kondisi mampu melatih diri untuk melihat sisi positif dalam berbagai kendala dan meringankan beban pikiran.


Photo by Carl Attard from Pexels

Jangan ragu berkonsultasi ke profesional

Jika beban stress yang dirasa tidak dapat ditangani sendiri, jangan ragu untuk menghubungi psikolog atau psikiater. Tidak ada yang salah dalam menyayangi diri sendiri

Stress merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sebagaimana garam tidak bisa dipisahkan dari masakan; mungkin itu sebabnya stress seringkali disebut sebagai “asam garam kehidupan.” Kita harus bisa menggunakan stress sebagai senjata dalam menghadapi tantangan di masa depan, dan tidak menjadi berputus asa karenanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *