Jarang Diketahui, Ini 5 Bahaya Narkoba terhadap Ginjal

Narkoba masih menjadi masalah serius dalam dunia kesehatan dan Indonesia. Berdasarkan Survei Nasional Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Indonesia terjadi penurunan prevalensi masyarakat yang pernah menggunakan narkoba, dari 12.8% paada tahun 2012 menjadi 9.1% pada tahun 2017. Begitu juga dengan  jumlah pengguna aktif, menurun dari 4.7% pada tahun 2012 menjadi 2.9% pada tahu 2017. Meskipun terjadi penurunan, angka-angka ini masih terbilang tinggi, dan Indonesia saat ini dalam kondisi darurat narkoba.

Pengguna aktif ini mayoritas adalah pengguna yang “coba pakai,” yakni sebesar 3.7%. Padahal, mayoritas dari responden survei tersebut menyatakan sudah tahu akan bahaya narkoba. Sekitar 90% responden yang menggunakan narkoba mengetahui bahwa narkoba dapat menyebabkan penulran HIV dan hepatitis, menyebabkan kecanduan, dan merusak otak. Dalam rangka menyambut Hari Anti Narkoba Internasional, mari kita simak efek bebahaya narkoba terhadap ginjal yang jarang diketahui oleh masyarakat:

  1. Kerusakan sel otot (rhabdomyolisis)

Pada penggunaan beberapa jenis narkoba seperti heroin, kokain, amfetamin, serta peyalahgunaan alcohol, koma akibat overdosis dapat menyebabkan kerusakan otot yang disebut rhabdomyolisis. Pada kerusakan ini, terjadi penguraian protein-protein penyusun otot, salah satunya myoglobin. Protein myoglobin dapat menyumbat saluran-saluran terkecil ginjal sehingga menyebabkan gagal ginjal akut.

  • Tekanan darah meningkat secara mendadak (krisis hipertensi)

Penggunaan MDMA (ekstasi) dapat meningkatkan tekanan darah secara mendadak dan tinggi, juga dapat berujung pada gagal ginjal akut.

  • Kenaikan suhu tubuh mendadak (hipertermia)

Hipertermia biasanya terjadi pada penggunaan obat-obatan stimulan seperti MDMA. Kondisi suhu tubuh yang meningkat secara drastis dapat menyebabkan kerusakan ginjal melalui rhabdomyolisis.

  • Peningkatan kadar asam darah

Pada jenis narkoba hirup (inhalan), terdapat zat bernama toluene yang dapat merusak ginjal, sehingga terjadi peningkatan keasaman tubuh (renal tubular acidosis). Peningkatan kadar asam dalam tubuh dapat mengganggu berbagai sistem tubuh hingga menyebabkan kematian.

  • Kerusakan ginjal (nefropati) akibat HIV

Pada pengguna narkoba suntik, risiko infeksi menjadi meningkat. HIV sendiri dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal yang disebut HIV-Associated Nephropathy (HIVAN). Gangguan ini dapat berujung pada gagal ginjal tahap akhir dan membutuhkan dialisis.

Narkoba merupakan musuh bersama; perang terhadap narkoba merupakan tanggung jawab semua lapisan masyarakat. Mari kita jaga generasi penerus dari narkoba agar dapat melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *