Hari Ginjal Sedunia 2020: 8 Langkah Emas

Setiap tahun, Persatuan Nefrologi Internasional (International Society of Nephrology) mengadakan Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day). Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan ginjal, karena setiap tahun angka penderita penyakit ginjal semakin bertambah. Berdasarkan RISKESDAS 2018, jumlah penderita penyakit ginjal kronik (PGK) di Indonesia naik dari 2.8 per mil pada tahun 2013 menjadi 3.8 per mil pada tahun 2018. Data dari Indonesian Renal Registry tahun 2018 juga menunjukkan bahwa PGK yang membutuhkan cuci darah (dialisis) naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya, dari 77,892 pasien menjadi 132,412 pasien. PGK sendiri merupakan pengeluaran terbesar ketiga dari Jaminan Kesehatan Nasional setelah penyakit jantung dan kanker. PGK juga secara langsung meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, pencegahan PGK menjadi sangat penting untuk menekan beban penyakit pada masyarakat.

Pencegahan dan deteksi dini PGK menjadi kampanye utama WKD tahun ini, yang betajuk “From Prevention to Detection and Equitable Access to Care.” Pencegahan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer ditujukan pada populasi sehat, dengan tujuan melindungi populasi dari faktor risiko PGK. Pencegahan sekunder ditujukan kepada populasi berisiko, seperti penderita diabetes, hipertensi, dan obesitas, untuk mendeteksi dini PGK sehingga dapat dilakukan penatalaksanaan yang tepat. Sementara itu, pencegahan tersier ditujukan pada pasien PGK untuk memperlambat progresifitas penyakit dan komplikasi dari PGK.

Tentunya, pencegahan yang memiliki dampak bermakna dalam mengurangi beban penyakit PGK adalah pencegahan primer, diikuti pencegahan sekunder. Berikut adalah 8 langkah emas dalam pencegahan PGK yang terdiri dari 7 pencegahan primer dan 1 pencegahan sekunder, antara lain:


Photo by Tirachard Kumtanom from Pexels
  • Tetap aktif melalui aktivitas fisik dan olahraga

Menjaga tubuh tetap aktif memiliki banyak manfaat, antara lain menjaga berat badan dan tekanan darah dalam batas normal.


Photo by Trang Doan from Pexels
  • Pola makan bergizi

Hindari makanan yang diproses seperti makanan cepat saji dan makanan kemasan, karena mengandung garam dan gula yang tinggi. Menjaga asupan gula dan garam dapat menjaga berat badan dan tekanan darah dalam batas normal.


Photo by PhotoMIX Ltd. from Pexels
  • Pantau gula darah

Sebelum menderita diabetes, biasanya terdapat kelainan gula darah yang disebut dengan prediabetes. Kondisi ini dapat berubah menjadi diabetes jika tidak dilakukan perubahan gaya hidup, dan meningkatkan risiko PGK. Oleh karena itu, penting memantau gula darah untuk mencegah diabetes.

  • Pantau tekanan darah

Sama seperti gula darah, hipertensi dapat didahului kenaikan tekanan darah yang disebut pre-hipertensi, dan kondisi ini seringkali tidak bergejala. Pemantauan tekanan darah disertai pola hidup sehat dapat membantu mencegah hipertensi.


Photo by Daria Shevtsova from Pexels
  • Minum yang cukup

Secara umum, kebutuhan cairan adalah 2 L atau 8 gelas per hari. Meskipun begitu, kebutuhan cairan individu bisa lebih sedikit atau lebih banyak dari ini, tergantung dari aktivitas fisik, kesehatan, penyakit penyerta seperti gagal jantung, kehamilan, dan sebagainya. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter untuk kebutuhan cairan yang sesuai kondisi kesehatan.


Photo by Aphiwat chuangchoem from Pexels
  • Tidak merokok

Merokok dapat menurunkan aliran darah ke ginjal, dan menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Jika dibiarkan, penurunan fungsi ginjal akan menetap dan berlanjut menjadi PGK. Merokok juga meningkatkan risiko kanker ginjal sebanyak 50%. Untuk tahu lebih tentang kanker ginjal, klik di sini.


Photo by Kaboompics .com from Pexels
  • Tidak minum obat tanpa anjuran dokter

Obat-obatan penghilang nyeri golongan non-steroid jika dikonsumsi dalam jangka panjang tanpa pemantauan dokter dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Beberapa jenis antibiotik, antijamur, dan obat-obatan lain memiliki efek toksik terhadap ginjal, sehingga penggunaannya harus dengan resep.


Photo by bongkarn thanyakij from Pexels
  • Periksakan fungsi ginjal jika berisiko

Lakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala jika menderita diabetes, hipertensi, obesitas, dan memiliki riwayat keluarga dengan PGK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *